Coba lihat hatiku, hiraukan serpihan rasa itu, dan lihat jauh lebih ke dalam …Ketika kau coba mengerti aku…rasa itu akan semakin menyiksa ...
Ribuan kali aku t’lah coba pahami aku, tapi sebanyak itu juga aku mati dalam perenungan
Jangan terlalu larut dalam duniaku, karena yang kau dapat nanti hanyalah sebuah interpretasi jiwa yang merapuh …
Jadi jika kau ingin terbang kepakan sayapmu, lupakan saja aku, tatap kedepan capai hasratmu yang kau damba …
Aku rasa kau sudah sadar, aku hanyalah sesosok mayat hidup yang bergelut di dunia khayal
Genggamlah erat tangan kekasihmu itu, karena aku hanyalah aku, hanya sebuah interpretasi jiwa yang merapuh …
Kau benar, akulah yang t’lah masuki nafas harimu, tanpa menghiraukan kesepianmu
Maafkan aku, aku sungguh tak kuasa melawan virus indah mematikan yang terus saja menggerogoti tubuh lelahku …
Bayangmu s’lalu mengambang di depan mataku, dalam setiap hembusan nafas nikotin yang menyertaiku bagai sang malaikat maut yang menunggu waktu pencabutan nyawa …
Peluklah kuat asa dia yang mencintaimu, dan biarlah aku tetap menjadi sebuah interpretasi jiwa yang merapuh …
No comments:
Post a Comment
INSERT YOUR FEEDBACK HERE............